Diposkan oleh Admin BeDa pada Selasa, 31 Desember 2013 | 11.30 WIB
Tahun baru masehi identik dengan terompet dan topi kerucut. Tidak
sedikit masyarakat Muslim yang ikut merayakannya, juga dengan meniup
terompet dan memakai topi kerucut tersebut.
Tetapi, Muslim yang ikut-ikutan merayakan itu, tahukah mereka makna topi
dan terompet tahun baru? Ternyata, topi tahun baru berbentuk kerucut
sama dengan bentuk topi Sanbenito.
Sanbenito (dalam bahasa Spanyol disebut sambenito) adalah
pakaian "tobat" untuk kalangan Kristen yang menyimpang dari paham
gereja. Jika mereka mau kembali ke paham gereja Katolik Roma dengan
memakai Sanbenito yang meliputi jubah dan topi kerucut, mereka diampuni
dari inkuisisi.
Pada perkembangannya, topi Sanbenito dipaksakan kepada kaum
Muslimin Andalusia. Ketika kaum Frank menyerang Spanyol Muslim
(Andalusia), mereka menangkap dan membunuh umat Islam yang tidak mau
tunduk kepada mereka. Kaum Kristen Trinitarian itu juga melaksanakan
inkuisisi kepada pemeluk Islam. Namun bagi mereka yang mau "bertobat"
kembali ke Kristen, mereka dibebaskan dengan kewajiban -salah satunya-
memakai topi Sanbenito.
Jika topi Sanbenito identik dengan "pertobatan" Kristen, terompet
identik dengan ritual Yahudi. Sejarah mencatat sejak tahun 63 SM,
Yahudi sudah akrab dengan penggunaan terompet. Dan hal itu berlangsung
hingga zaman Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.
Oleh karena itulah, Rasulullah menolak ketika ada yang mengusulkan
memakai terompet untuk memanggil kaum muslimin menjelang shalat
berjama'ah. "Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi,"
sabda beliau seperti diabadikan dalam hadits riwayat Abu Daud.
Hadits yang lebih umum juga mengingatkan dengan tegas. Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut. Na'udzu billah min dzalik. [IK/Bersamadakwah]
AKARTA (Arrahmah.com) – Masih
ingat momen tahun baru 2013 lalu? DKI Jakarta diterpa musibah banjir
yang dahsyat. Ketika itu, banjir datang beberapa hari setelah perayaan
tahun baru 2013 yang menghabiskan puluhan milyar dengan berbagai macam
hiburannya. Kini setelah setahun berlalu, rupanya teguran Allah berupa
banjir besar yang telah merugikan hingga triliunan rupiah itu tidak
membuat pemda dan warga Jakarta kapok.
Malam ini, Selasa (31/12/2013) dimulai pada pukul 19.00 WIB, pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014 yang berpusat di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman dengan berbagai hiburan. Total ada 194 acara hiburan yang disiapkan Pemprov DKI yang dipimpin oleh gubernur Joko Widodo (Jokowi) itu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, jumlah ini sedikit berkurang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 196. Namun untuk jumlah lokasi makin bertambah dari 155 menjadi 156 lokasi.
“Tahun ini jumlah acara berkurang, tapi untuk jumlah lokasi malah bertambah,” kata Arie seperti dikutip detik.com, Senin (30/12/2013).
Arie mengatakan, 194 acara tersebut disebar di 5 wilayah Jakarta. Untuk di Jakarta Pusat ada 82 acara di 52 titik. Jakarta Utara ada 15 acara di 14 titik. Jakarta Barat ada 27 acara di 26 titik. Di Jakarta Selatan ada 64 acara di 59 titik, dan di Jakarta Timur ada 5 acara di 4 titik.
Maksiat akan mengundang bencana
Menurut mantan misionaris, Ustaz Bernard Abdul Jabbar, perayaan tahun baru Masehi berasal dari kaum kafir yang dimulai jaman Romawi pimpinan Julius Caesar pada 45 SM (sebelum masehi). “Umat Islam jelas haram ikut merayakannya, apalagi jika dilakukan dengan maksiat. Nabi Muhammad Saw mengingatkan dalam haditsnya, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut,” papar Ustaz Bernard.
Dia juga mengingatkan, seharusnya bencana banjir tahun lalu menjadikan pelajaran untuk tidak kembali bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Didalam al Qur’an, Allah Swt berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” jelas Ustaz Bernard membacakan surat Ar-Ruum ayat 41.
(suaraislam/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/31/pemprov-dki-tak-ambil-pelajaran-tahun-lalu-ulangi-lagi-gelar-maksiyat-undang-bencana-malam-ini.html#sthash.j2k8fcrM.dpuf
Malam ini, Selasa (31/12/2013) dimulai pada pukul 19.00 WIB, pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014 yang berpusat di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman dengan berbagai hiburan. Total ada 194 acara hiburan yang disiapkan Pemprov DKI yang dipimpin oleh gubernur Joko Widodo (Jokowi) itu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, jumlah ini sedikit berkurang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 196. Namun untuk jumlah lokasi makin bertambah dari 155 menjadi 156 lokasi.
“Tahun ini jumlah acara berkurang, tapi untuk jumlah lokasi malah bertambah,” kata Arie seperti dikutip detik.com, Senin (30/12/2013).
Arie mengatakan, 194 acara tersebut disebar di 5 wilayah Jakarta. Untuk di Jakarta Pusat ada 82 acara di 52 titik. Jakarta Utara ada 15 acara di 14 titik. Jakarta Barat ada 27 acara di 26 titik. Di Jakarta Selatan ada 64 acara di 59 titik, dan di Jakarta Timur ada 5 acara di 4 titik.
Maksiat akan mengundang bencana
Menurut mantan misionaris, Ustaz Bernard Abdul Jabbar, perayaan tahun baru Masehi berasal dari kaum kafir yang dimulai jaman Romawi pimpinan Julius Caesar pada 45 SM (sebelum masehi). “Umat Islam jelas haram ikut merayakannya, apalagi jika dilakukan dengan maksiat. Nabi Muhammad Saw mengingatkan dalam haditsnya, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut,” papar Ustaz Bernard.
Dia juga mengingatkan, seharusnya bencana banjir tahun lalu menjadikan pelajaran untuk tidak kembali bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Didalam al Qur’an, Allah Swt berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” jelas Ustaz Bernard membacakan surat Ar-Ruum ayat 41.
(suaraislam/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/31/pemprov-dki-tak-ambil-pelajaran-tahun-lalu-ulangi-lagi-gelar-maksiyat-undang-bencana-malam-ini.html#sthash.j2k8fcrM.dpuf
AKARTA (Arrahmah.com) – Masih
ingat momen tahun baru 2013 lalu? DKI Jakarta diterpa musibah banjir
yang dahsyat. Ketika itu, banjir datang beberapa hari setelah perayaan
tahun baru 2013 yang menghabiskan puluhan milyar dengan berbagai macam
hiburannya. Kini setelah setahun berlalu, rupanya teguran Allah berupa
banjir besar yang telah merugikan hingga triliunan rupiah itu tidak
membuat pemda dan warga Jakarta kapok.
Malam ini, Selasa (31/12/2013) dimulai pada pukul 19.00 WIB, pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014 yang berpusat di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman dengan berbagai hiburan. Total ada 194 acara hiburan yang disiapkan Pemprov DKI yang dipimpin oleh gubernur Joko Widodo (Jokowi) itu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, jumlah ini sedikit berkurang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 196. Namun untuk jumlah lokasi makin bertambah dari 155 menjadi 156 lokasi.
“Tahun ini jumlah acara berkurang, tapi untuk jumlah lokasi malah bertambah,” kata Arie seperti dikutip detik.com, Senin (30/12/2013).
Arie mengatakan, 194 acara tersebut disebar di 5 wilayah Jakarta. Untuk di Jakarta Pusat ada 82 acara di 52 titik. Jakarta Utara ada 15 acara di 14 titik. Jakarta Barat ada 27 acara di 26 titik. Di Jakarta Selatan ada 64 acara di 59 titik, dan di Jakarta Timur ada 5 acara di 4 titik.
Maksiat akan mengundang bencana
Menurut mantan misionaris, Ustaz Bernard Abdul Jabbar, perayaan tahun baru Masehi berasal dari kaum kafir yang dimulai jaman Romawi pimpinan Julius Caesar pada 45 SM (sebelum masehi). “Umat Islam jelas haram ikut merayakannya, apalagi jika dilakukan dengan maksiat. Nabi Muhammad Saw mengingatkan dalam haditsnya, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut,” papar Ustaz Bernard.
Dia juga mengingatkan, seharusnya bencana banjir tahun lalu menjadikan pelajaran untuk tidak kembali bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Didalam al Qur’an, Allah Swt berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” jelas Ustaz Bernard membacakan surat Ar-Ruum ayat 41.
(suaraislam/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/31/pemprov-dki-tak-ambil-pelajaran-tahun-lalu-ulangi-lagi-gelar-maksiyat-undang-bencana-malam-ini.html#sthash.j2k8fcrM.dpuf
Malam ini, Selasa (31/12/2013) dimulai pada pukul 19.00 WIB, pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014 yang berpusat di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman dengan berbagai hiburan. Total ada 194 acara hiburan yang disiapkan Pemprov DKI yang dipimpin oleh gubernur Joko Widodo (Jokowi) itu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, jumlah ini sedikit berkurang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 196. Namun untuk jumlah lokasi makin bertambah dari 155 menjadi 156 lokasi.
“Tahun ini jumlah acara berkurang, tapi untuk jumlah lokasi malah bertambah,” kata Arie seperti dikutip detik.com, Senin (30/12/2013).
Arie mengatakan, 194 acara tersebut disebar di 5 wilayah Jakarta. Untuk di Jakarta Pusat ada 82 acara di 52 titik. Jakarta Utara ada 15 acara di 14 titik. Jakarta Barat ada 27 acara di 26 titik. Di Jakarta Selatan ada 64 acara di 59 titik, dan di Jakarta Timur ada 5 acara di 4 titik.
Maksiat akan mengundang bencana
Menurut mantan misionaris, Ustaz Bernard Abdul Jabbar, perayaan tahun baru Masehi berasal dari kaum kafir yang dimulai jaman Romawi pimpinan Julius Caesar pada 45 SM (sebelum masehi). “Umat Islam jelas haram ikut merayakannya, apalagi jika dilakukan dengan maksiat. Nabi Muhammad Saw mengingatkan dalam haditsnya, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut,” papar Ustaz Bernard.
Dia juga mengingatkan, seharusnya bencana banjir tahun lalu menjadikan pelajaran untuk tidak kembali bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Didalam al Qur’an, Allah Swt berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” jelas Ustaz Bernard membacakan surat Ar-Ruum ayat 41.
(suaraislam/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/31/pemprov-dki-tak-ambil-pelajaran-tahun-lalu-ulangi-lagi-gelar-maksiyat-undang-bencana-malam-ini.html#sthash.j2k8fcrM.dpuf
AKARTA (Arrahmah.com) – Masih
ingat momen tahun baru 2013 lalu? DKI Jakarta diterpa musibah banjir
yang dahsyat. Ketika itu, banjir datang beberapa hari setelah perayaan
tahun baru 2013 yang menghabiskan puluhan milyar dengan berbagai macam
hiburannya. Kini setelah setahun berlalu, rupanya teguran Allah berupa
banjir besar yang telah merugikan hingga triliunan rupiah itu tidak
membuat pemda dan warga Jakarta kapok.
Malam ini, Selasa (31/12/2013) dimulai pada pukul 19.00 WIB, pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014 yang berpusat di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman dengan berbagai hiburan. Total ada 194 acara hiburan yang disiapkan Pemprov DKI yang dipimpin oleh gubernur Joko Widodo (Jokowi) itu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, jumlah ini sedikit berkurang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 196. Namun untuk jumlah lokasi makin bertambah dari 155 menjadi 156 lokasi.
“Tahun ini jumlah acara berkurang, tapi untuk jumlah lokasi malah bertambah,” kata Arie seperti dikutip detik.com, Senin (30/12/2013).
Arie mengatakan, 194 acara tersebut disebar di 5 wilayah Jakarta. Untuk di Jakarta Pusat ada 82 acara di 52 titik. Jakarta Utara ada 15 acara di 14 titik. Jakarta Barat ada 27 acara di 26 titik. Di Jakarta Selatan ada 64 acara di 59 titik, dan di Jakarta Timur ada 5 acara di 4 titik.
Maksiat akan mengundang bencana
Menurut mantan misionaris, Ustaz Bernard Abdul Jabbar, perayaan tahun baru Masehi berasal dari kaum kafir yang dimulai jaman Romawi pimpinan Julius Caesar pada 45 SM (sebelum masehi). “Umat Islam jelas haram ikut merayakannya, apalagi jika dilakukan dengan maksiat. Nabi Muhammad Saw mengingatkan dalam haditsnya, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut,” papar Ustaz Bernard.
Dia juga mengingatkan, seharusnya bencana banjir tahun lalu menjadikan pelajaran untuk tidak kembali bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Didalam al Qur’an, Allah Swt berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” jelas Ustaz Bernard membacakan surat Ar-Ruum ayat 41.
(suaraislam/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/31/pemprov-dki-tak-ambil-pelajaran-tahun-lalu-ulangi-lagi-gelar-maksiyat-undang-bencana-malam-ini.html#sthash.j2k8fcrM.dpuf
Malam ini, Selasa (31/12/2013) dimulai pada pukul 19.00 WIB, pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014 yang berpusat di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman dengan berbagai hiburan. Total ada 194 acara hiburan yang disiapkan Pemprov DKI yang dipimpin oleh gubernur Joko Widodo (Jokowi) itu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, jumlah ini sedikit berkurang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 196. Namun untuk jumlah lokasi makin bertambah dari 155 menjadi 156 lokasi.
“Tahun ini jumlah acara berkurang, tapi untuk jumlah lokasi malah bertambah,” kata Arie seperti dikutip detik.com, Senin (30/12/2013).
Arie mengatakan, 194 acara tersebut disebar di 5 wilayah Jakarta. Untuk di Jakarta Pusat ada 82 acara di 52 titik. Jakarta Utara ada 15 acara di 14 titik. Jakarta Barat ada 27 acara di 26 titik. Di Jakarta Selatan ada 64 acara di 59 titik, dan di Jakarta Timur ada 5 acara di 4 titik.
Maksiat akan mengundang bencana
Menurut mantan misionaris, Ustaz Bernard Abdul Jabbar, perayaan tahun baru Masehi berasal dari kaum kafir yang dimulai jaman Romawi pimpinan Julius Caesar pada 45 SM (sebelum masehi). “Umat Islam jelas haram ikut merayakannya, apalagi jika dilakukan dengan maksiat. Nabi Muhammad Saw mengingatkan dalam haditsnya, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut,” papar Ustaz Bernard.
Dia juga mengingatkan, seharusnya bencana banjir tahun lalu menjadikan pelajaran untuk tidak kembali bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Didalam al Qur’an, Allah Swt berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” jelas Ustaz Bernard membacakan surat Ar-Ruum ayat 41.
(suaraislam/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/31/pemprov-dki-tak-ambil-pelajaran-tahun-lalu-ulangi-lagi-gelar-maksiyat-undang-bencana-malam-ini.html#sthash.j2k8fcrM.dpuf


Tidak ada komentar:
Posting Komentar